Memuat Website
Mohon tunggu sebentar
Selamat datang di website resmi desa Kedungsana• Informasi layanan, pengaduan, donasi, dokumen publik, dan berita terbaru tersedia di sini. Selamat datang di website resmi desa Kedungsana• Informasi layanan, pengaduan, donasi, dokumen publik, dan berita terbaru tersedia di sini.
Jl. Pangeran Ki Sana 01 Blok Desa RT.001 RW.001 Desa Kedungs... desakedungsana01@gmail.com
Profil Resmi Desa

DESA KEDUNGSANA

GUYUB - RUKUN - RAHAYU

Total Penduduk
3.847
Laki-laki
1.955
Perempuan
1.891
Dusun / RW / RT
4 / 5 / 25
Menuju Desa Digital yang Mandiri, Sejahtera, dan Berbudaya

SUHERMAN

Selamat Datang di Website Resmi Desa Kedungsana

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Selamat Pagi/Siang, dan Salam Sejahtera bagi Kita Semua.

puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat, taufik, dan hidayah-Nya, website resmi Pemerintah Desa Kedungsana ini dapat hadir ke tengah-tengah kita semua.

Selamat datang di ruang digital Desa Kedungsana, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon. Kehadiran website ini merupakan salah satu komitmen nyata kami dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap perkembangan zaman. Di era digitalisasi ini, keterbukaan informasi adalah kunci untuk membangun kepercayaan dan sinergi antara pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat.

Melalui portal resmi ini, kami berupaya menyajikan informasi yang akurat, cepat, dan terpercaya mengenai profil desa, program pembangunan, transparansi anggaran, hingga berbagai potensi lokal—baik di sektor ekonomi, pertanian, maupun warisan budaya luhur yang kita miliki. Selain sebagai media informasi, website ini juga dirancang untuk mempermudah pelayanan publik dan mempercepat komunikasi warga dengan jajaran perangkat desa.

Kami menyadari bahwa kemajuan Desa Kedungsana tidak dapat diraih oleh pemerintah desa sendirian. Diperlukan semangat gotong royong, masukan yang membangun, serta partisipasi aktif dari seluruh warga—baik yang menetap di desa maupun para perantau yang membawa nama baik Kedungsana di luar daerah.

Mari kita jadikan teknologi ini sebagai jembatan untuk mempererat silaturahmi, menyatukan visi, dan mengawal bersama arah pembangunan desa demi mewujudkan Kedungsana yang mandiri, maju, dan sejahtera.

Kami membuka diri terhadap setiap saran dan kritik yang membangun demi penyempurnaan website ini dan kemajuan pelayanan kami ke depan. Terima kasih atas kunjungan, perhatian, dan dukungan Anda.

Wabillahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
SUHERMAN
SUHERMAN
Kuwu Kedungsana
Legednda dan Sejarah Desa Kedungsana
Dahulu kala disebuah kampung ada sepasang suami istri yang hidup bahagia aman dan damai, sepasang suami istri tersebut sangat rajin dan tekun bekerja, yang laki-laki bernama Ki Kedung dan istrinya bernama Nyi Sana.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya Ki Kedung dan Nyi Sana bercocok tanam. Disamping menanam padi juga menanam palawija seperti timun dan terong. Akhirnya smapai sekarang banyak orang-orang kedungsana yang menanam palawija seperti : timun, terong, dan kacang panjang serta palawija lainya pun ditanam pula. Maka jelaslah bahwa penduduk Desa Kedungsana sebagian besar penghidupanya sebagai petani dan buruh tani.

Tempat tinggal Ki Kedung dan Nyi Sana dilalui oleh sebuah sungai yang membujur keutara. Sungai tersebut bernama “SOKA” yang mata airnya dari Gunung Ciremai dan bermuara di Bondet. Sungai soka membagi Desa Kedungsana menjadi dua, Blok Timur dan Blok Barat dan sampai di ZBlok Soka sungai membelok kearah Timur Laut dan membagi Soka Utara dan Soka Selatan.

Sekitar tahun 1450M, Ki Kedung dan Nyi sana mulai kenal dengan Ki Kuwu Cirebon. Pada waktu itu Ki Kuwu Cirebon dengan perahunya singgah ditempat kediaman Ki Kedung dan Nyi Sana sambil menyebarkan agama islam, hubungan mereka sangat dekat dan semakin erat sehingga Ki Kedung dan Nyi Sana sering berkunjung kerumah Ki Kuwu Cirebon.

Seandainya Ki Kedung dan Nyi Sana lama tidak berkunjung ke sana, maka Ki Kuwu mengajak istrinya untuk bermain kerumah ketempat Ki Kedung dan Nyi Sana dengan menyebut “KEDUNGSANA” sejak itulah desa itu dinamai Kedungsana.

Ki Kedung mendapat tugas untuk menjaga hutan yang ada di Kedungsana yang akhirnya tempat itu dinamai “JAGAWANA”. Ketika itu wilayah Cirebon merupakan bawahan Mataram untuk menjaga “NAGARUNTING” karena Ki Kedung sudah tua maka tugas itu dibebankan kepada anaknya yang bernama KI JENGGOT.

Disamping sebagai petani Ki Kedung juga memelihara kerbau yang biasa digunakan untuk membajak sawah. Suatu hari pada waktu memandikan kerbaunya di musim penghujan, waktu itu kebetulan sungainya sedang banjir, Ki Kedung memperoleh sepotong bamboo yang hanyut disungai tersebut.

Bambu itu dibawa pulang dan dibakar dengan rumput pada tempat perapian, anehnya bamboo itu dapat berpindah tempat. Setelah beberapa hari tetap dapat berpindah tempat, akhirnya bamboo dibelah dan didalamnya terdapat sebilah keris.

Ki Jenggot mewakili Ki Kedung untuk berangkat ke Mataram dengan dibekali keris kober. Pada waktu itu raja Mataram bernama Senopati Nalaga Panatagama Ing Tana Jawa anak Ki Ageng Pamanahan. Kebanyakan kuwu-kuwu yang mendapat tugas di Mataram tinggal namanya saja. Kalau malam piket esok harinya meninggal Dunia.

Setelah sampai di Mataram Ki Jenggot disuruh menjaga benda-benda jimat diantaranya keris nagarunting. Ceritanya pada waktu tengah malam dari dalam karam keluar seekor ular besar kemudian keris kober keluar sendiri dari sarungnya langsung menghadapi ular tersebut. Ular tersebut berubah menjadi keris kembali. Akhirnya keris dengan keris bertanding dan keris nagarunting ujungnya patah yang berarti mataram kalah, kemudian Ki Jenggot diserang oleh setan-setan Mataram.

Ki Jenggot menghadapinya dengan tenang satu persatu, setan dapat terkalahkan. Bahkan ada satu setan yang namanya Ki Muntili mau dibanting namun setan itu meminta ampun dan mau jadei pembantu dan menurut sesuai dengan perintah Ki Jenggot.

Keesokan harinya Ki Jenggot pulang di gendong, sampai tanah leri (Semarang) disitu tanah yang terinjak ada yang bersuara bung. Karena itu digali dan didalamnya terdapat Gamelan (balabandung) dan setiap hari raya gamelan itu dimandikan (dicuci) dan ditabuh. Tapi sekarang gamelan itu tidak ada yang menyewa dan pada hari raya dimandikan saja. Gamelan itu selalu beradea dirumah kuwu.

Dirumah Ki Jenggot, Ki Muntuli ditempatkan pada kandang kerbau dan mendapat tugas untuk memandikan kerbau-kerbau itu. Sayangnya Ki Muntili suka mengganggu orang-orang yang sedang mandi dan sering memindahkan air ketempat lain.

Akhirnya Ki Muntili mendapat tugas Baru yaitu membajak sawah, makanya di Kedungsana dulu tersiar kabar ada bajak yang berjalan sendiri. Ki Muntili mau membajak sawah kalau ada hujan, banyak Guntur dan kilat supaya dijemput. Tetapi sewaktu membajak di Tiroke Ki Muntili kehujanan dan Ki Jenggot lupa menjemoutnya. Ki Muntili tersambar petir tapi hanya kerbaunya saja yang mati dan dikubur disitu, kemudian Ki Muntili pilang dan tempat tinggalnya pindah pada gamelan.

Pengganti mKi Jenggot adalah Ki Eter, Waktu Desa masih di Timur Sungai (Blok Jamar Jati). Pada waktu itu Kedungsana mendapatkan cobaan, ada seorang pengemis minta beras sekocel (sekitar 2,5 kg) dan seekor ayam putih. Permintaan pengemis tidak dikabulkan, selang beberapa hari timbul angin kencang. Angin kencang tersebut mengakibatkan serambi masjid yang ada dibagian depan terpelanting ke Limbangan. Dan asal mula nama Soka diambil dari nama seorang pengeran Soka / Syekh Magelung dari Kembang Soka yang ada ditempat itu. Pada waktu itu Syekh Magelung mengejar Nyi Mas Gandasari, Nyi Mas Gandasari, Nyi Mas Gandasri bersembunyi di Kedungsana Soka dan Kedung itu dinamai Kedung Kali Meneng.

Maka setelah Nyi Mas Gandasari lari ke utara bersembunyi pada Kembang Soka, Syekh Magelung menyamar sebagai kumbang, akhirnya tempat itu dinamai Soka.

Sumber : Dokumen Profil Desa
Visi & Misi
Visi
"Terwujudnya Desa Kedungsana yang Mandiri, Sejahtera, Transparan, dan Berbudaya Berlandaskan Gotong Royong Melalui Pembangunan Berkelanjutan."
Misi
Mandiri: Mampu mengoptimalkan potensi lokal (pertanian, peternakan, UMKM) untuk kemajuan ekonomi desa tanpa ketergantungan penuh pada pihak luar.

Sejahtera: Terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat, baik dari segi ekonomi, kesehatan, pendidikan, maupun infrastruktur yang layak.

Transparan: Menjalankan tata kelola pemerintahan desa yang bersih, terbuka, akuntabel, dan berbasis teknologi informasi.

Berbudaya: Tetap menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai keagamaan, adat istiadat, serta warisan budaya luhur local.
Informasi Umum
Alamat
Jl. Pangeran Ki Sana No.1
Kecamatan
Plumbon
Kabupaten
Cirebon
Provinsi
Jawa Barat
Kode Pos
45155
Telepon
085179993209
Email
desakedungsana01@gmail.com
WhatsApp
085179993209
Struktur / Lokasi
Struktur Organisasi
Kantor Desa
Info Penting Desa
Penting 12 Agustus 2026 08:29
Pengumuman Terbaru

PROGRAM PTSL DI DESA KEDUNGSANA

DIINFORMASIKAN KEPADA WARGA DESA YANG SUDAH MENDAFTARKAN DIRINYA PADA PROGRAM PTSL AGAR MENUNGGU INFORMASI SELANJUTNYA

DAN UNTUK SEMENTARA WAKTU PENDAFTARAN PTSL DITUTUP SEMENTARA

TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA

Baca Detail
Live Chat Desa
Layanan cepat untuk warga
Halo, ada yang bisa kami bantu?

Kirim pesan langsung ke admin desa tanpa harus keluar ke WhatsApp.